Jerman Incar Lulusan SMK Jatim

Kadin Jerman-Dikbud Susun Standardisasi Kurikulum Bersama

Kompetensi siswa SMK tidak hanya dibutuhkan pasar kerja lokal, tapi juga perusahaan asing. Salah satu yang melirik lulusan SMK di Jatim adalah Jerman. Kadin Jerman menggandeng pemprov untuk menyusun standardisasi kurikulum bersama. Lulusannya nanti bisa “diekspor” ke Jerman untuk menempati berbagai bidang pekerjaan.

Kepala Dikbud Jatim Harun mengatakan, sebulan yang lalu Gubernur Jatim Soekarwo bertemu dengan Kadin Jerman di Hotel Bumi. Pemerintah Jerman saat ini membutuhkan 6 juta lowongan yang diprioritaskan bisa diisi lulusan sekolah kejuruan. Soekarwo berharap setidaknya Jatim bisa mengirimkan 1.000 lulusan SMK ke sana.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk menyusun standardisasi kurikulum yang sama. Kurikulum tersebut bisa di implementasikan pada SMK-SMK di Jatim. Lulusan SMK akan disertifikasi sehingga memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan di Jerman.

Harun menjelaskan, Kadin Jerman dan Badan Koordinasi Sertifikasi Provinsi (BKSP) yang akan menyusun kurikulum ber sama tersebut. Selama setahun kurikulum itu akan diterapkan pada SMK di Jatim. Sebagai pilot project, ada enam SMK eks RSBI yang ditunjuk.

Yakni, SMKN 1 Jenangan, Ponorogo, dan SMKN 1 Purwosari, Pasuruan, untuk jurusan mekatronika; SMKN 2 Malang dan SMK Sekesal Surabaya untuk jurusan kesehatan; serta SMKN 4 Kota Malang dan SMKN 1 Kediri untuk jurusan teknologi informasi (TI). “Sementara ini, tiga bidang itu yang paling dibutuhkan Jerman,” jelasnya. Di satu sekolah akan diambil 50 siswa dan 36 guru untuk menjadi asesor. Siswa akan ditempatkan di perusahaan Jerman dan gurunya dilatih serta dimagangkan.

Siswa di enam SMK itu akan mendapat pembelajaran berbasis kurikulum yang juga diterapkan di Jerman. Lulusan enam SMK itu diharapkan memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan di Jerman. Mereka pun bisa terserap perusahaan di Jerman atau perusahaan Jerman yang ada di Indonesia. “Sebab, standar enam lulusan SMK itu sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan Jerman,” ungkapnya. Saat lulus, mereka akan mendapatkan sertifikat internasional yang distempel Kadin Jerman, Pemprov Jatim, dan BKSP. Di Jerman, yang melakukan sertifikasi adalah Kadin.

Bukan hanya murid, guru di SMK-SMK itu juga akan dilatih menjadi asesor. Mereka bisa melakukan sertifikasi kepada siswa-siswa SMK. Kedepan, kata Harun, kerja sama tersebut mencakup semua SMK di Jatim.

Sejatinya, ada 18 SMK di Jatim yang menjadi sasaran kerja sama. Namun, hanya beberapa SMK yang mempunyai jurusan mekatronika, TI, dan kesehatan yang bagus. Akhirnya, terpilih enam SMK. Kerja sama dengan Kadin Jerman itu pun sudah dipayungi memorandum of understanding (MoU). (kit/c6/dos)

SMK-dikbudjatimJawa Pos 7/11/2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *