Survei Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia tahun 2012

Hasil perhitungan cepat (data sementara) dari angket lembaga pendidikan bahasa Jepang di luar negeri yang dilakukan oleh The Japan Foundation pada tahun 2012 sudah keluar. Berikut ini adalah jumlah lembaga, pengajar dan pemelajar bahasa Jepang di seluruh dunia berdasarkan hasil dari survei tersebut:

SURVEI TAHUN 2012 SURVEI TAHUN 2009
LEMBAGA 16.045 14.925
PENGAJAR 63.771 49.803
PEMELAJAR 3.984.538 3.651.232

Pada saat ini The Japan Foundation sedang melakukan pengecekan terhadap hasil survei yang dilaksanakan pada tahun 2012 lalu, dan hasil yang sudah pasti baru akan keluar sekitar bulan Oktober 2013. Namun demikian, situasi terkini dan perubahan pendidikan bahasa Jepang di Indonesia berdasarkan “Pengumuman Hasil Perhitungan cepat” tersebut di atas, dapat dilihat pada bahan lampiran “Statistik Survei Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang Tahun 2012 (hasil perhitungan cepat)”, dan di bawah ini akan dibahas beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Perkembangan secara keseluruhan Jumlah pemelajar bahasa Jepang di Indonesia

Berdasarkan survei tahun 2012 tercatat sebanyak 872,406 orang, meningkat 21.8% dibandingkan dengan hasil survei pada tahun 2009 lalu, yaitu 716,353 orang. Jika melihat jangka yang lebih panjang, terjadi peningkatan sebanyak 16 kali lipat dibandingkan survei pada tahun 1998 yaitu 54,016 orang , dan 10 kali lipat dibandingkan survei pada tahun 2003 yaitu 85,221 orang.

Menurut survei pada tahun 2012, Indonesia menduduki peringkat kedua dari seluruh negara dalam jumlah orang yang mempelajari bahasa Jepang terbanyak di dunia (sebelumnya peringkat ketiga). Sedangkan, jumlah pemelajar bahasa Jepang untuk negara yang tidak menggunakan kanji, sama seperti pada survei sebelumnya yaitu Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia. Jumlah pembelajar bahasa Jepang di Indonesia saat ini mencapai 21% dari jumlah total pelajar bahasa Jepang di dunia, dan 78% dari jumlah total pemelajar di Asia Tenggara.

Apabila dibandingkan dengan survei sebelumnya (tahun 2009), di Indonesia menunjukkan peningkatan yang tinggi sebesar 21% terhadap peningkatan jumlah pemelajar bahasa Jepang di dunia sebesar 9,1%. Negara-negara Asia Tenggara seperti Pilipina (45%), Malaysia (44%), Thailand (64%), dan Kamboja (37,5%) menunjukkan peningkatan yang tinggi juga, sehingga negara-negara Asia Tenggara yang berpusat di Indonesia berpotensi untuk menjadi pendorong peningkatan jumlah pemelajar bahasa Jepang di dunia.

2. Perkembangan pemelajar berdasarkan tingkat pendidikan

Jika dilihat dari tingkat pendidikan, perkemban­gan j Jinlah pemelajar bahasa Jepang adalah sebagai berikut: Pendidikan Dasar 5,750 orang (meningkat 0.6%), Pendidikan Menengah 835,938 orang (meningkat 95.8%), Pendidikan Atas 22,076 orang (2.5%), Pendidikan Non Formal dan Informal 8,642 orang (menurun 0.9%). Pada hasil survei tahun 2012, jumlah pemelajar bahasa Jepang pada tingkat Pendidi­kan Menengah di Indonesia menduduki peringkat pertama, yaitu mencapai 40% dari jumlah pemelajar pendidikan menengah di seluruh dunia, dan 87% dari total pemelajar pendidikan menengah di Asia Tenggara.

3. Perkembangan jumlah lembaga dan pengajar

Jumlah lembaga pendidikan bahasa Jepang meningkat 18% dari 1,988 lembaga (2009) menjadi 2,346 lembaga (2012), sedangkan jumlah pengajar menambah 10.9% dari 4,089 orang (2009) menjadi 4,538 orang (2012).

4. Perkembangan di daerah

Jika melihat dari hasil survei tentang jumlah pemelajar bahasa Jepang berdasarkan provinsi dari seluruh Indonesia, lembaga pendidikan dan pemelajar bahasa Jepang ada di setiap provinsi kecuali Provinsi Maluku dan Papua Barat, sehingga dapat diketahui bahasa Jepang dipelajari hampir di seluruh wilayah di Indonesia Apabila dibuat peringkat provinsi yang memiliki jumlah pemelajar bahasa Jepang terbanyak di Indonesia, berikut urutannya : Urutan ke-1. Provinsi Jawa Barat: 225.566 orang, Urutan ke-2, Provinsi Jawa Timur: 138.431 orang Urutan ke-3. Provinsi Jawa Tengah : 80.416 orang Urutan ke-4. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta : 79.934 orang Urutan ke-5, Provinsi Bali: 71.911 orang. Pemelajar Bahasa Jepang di Pulau Jawa dan Bali mencapai 74.3% dari total pemelajar bahasa Jepang di Indonesia.

Di luar Pulau Jawa dan Bali, jumlah pemelajar bahasa Jepang pada urutan selanjutnya adalah sebagai berikut:

Urutan ke-6, Provinsi Sumatera Barat: 59,451 orang. Urutan ke-8, Provinsi Sumatera Utara : 40,066 orang. Urutan ke-9, Provinsi Sulawesi Utara : 22,055 orang. Di Provinsi Papua dan Nanggro Aceh Darussalam (NAD) yang terletak jauh dari Ibukota Jakarta tercatat juga 7.149 orang (Papua) dan 6,129 orang (NAD) yang mempelajari bahasa Jepang terutama pada tingkat Pendidikan Menengah.

5. Ciri-ciri Motivasi Belajar Bahasa Jepang

Mengenai motivasi belajar dari pembelajar, banyak lembaga pendidikan yang menyatakan motivasi belajar karena “ingin berkomunikasi dalam bahasa Jepang”(85.2%), “tertarik dengan bahasanya”(74.1%), dan “ingin berinteraksi dengan orang Jepang melalui bahasa Jepang” merupakan antusiasme yang kuat dari pembelajar bahasa Jepang. Selain itu, banyak juga yang menjawab karena alasan “pekerjaan di masa depan” (65.2%), “sejarah-sastra” (64.7%), dan “anime-manga” (56.1%). Di kalangan pemuda yang merupakan bagian besar dari pemelajar bahasa Jepang di Indonesia, “pekerjaan” dan “budaya” merupakan motivasi terkuat dalam mempelajari bahasa Jepang.

6. Ciri-ciri Permasalahan dalam Pengajaran Bahasa Jepang

Walaupun 71.6% lembaga menyatakan “fasilitas dan peralatan yang kurang”, namun permasalahan tersebut cenderung berkurang. Di lain pihak, banyak juga lembaga yang menyatakan “kekuran­gan informasi bahan ajar dan metode pengajaran” (61.4%), “kekurangan bahan ajar” (41.0%). Prosetasi lembaga koresponden yang menjawab kedua hal tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya, dan seiring dengan peningkatan jumlah pembelajar bahasa Jepang yang pesat, dapat dilihat bahwa masalah mengenai bahan mengajar dan metode mengajar menjadi masalah yang serius.

Diambil dari majalah Nuansa edisi Oktober-November-Desember 2013 terbitan dari The Japan Foundation Jakarta

Post Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *