Buku dari Percetakan Tak Datang-Datang, Gunakan CD Pembelajaran

Sampai kapan murid-murid sekolah dasar harus menunggu pengiriman buku dari percetakan? Gara-gara pengiriman buku tematik dua yang juga terlambat seperti buku tematik satu, sekolah di Surabaya disarankan menggunakan CD pembelajaran. Fotokopi mahal.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengimbau guru-guru sekolah dasar (SD) menggunakan CD pembelajaran saja. Tidak perlu memfotokopi per tema. Sebab, biayanya ditaksir bisa lebih mahal daripada buku asli.

Humas Dispendik Surabaya Eko Prasetyoningsih mengakui, memang buku tematik dua belum diterima sekolah dari percetakan.

”Karena kondisi seperti ini, kami meminta sekolah memanfaatkan CD pembelajaran saja. Saya yakin buku segera dikirim,” ungkapnya kemarin (1/9).

Untuk fotokopi buku tematik satu, lanjut Eko, sekolah sudah menggunakan dana BOS (bantuan operasional sekolah). Jadi, kalau digunakan lagi, BOS makin berkurang. Karena itulah, dispendik lebih menyarankan sekolah mengoptimalkan pemanfaatan CD dulu. Fasilitas pembelajaran sekolah-sekolah di Surabaya sudah mendukung itu.

Yang lebih penting lagi, tambah perempuan yang juga kepala bidang pendidikan dasar itu, guru bisa lebih kreatif. Penerapan Kurikulum 2013 bukan semata-mata berupa pembelajaran tematik di kelas. Sumber belajar sangat beragam. Pembelajaran bisa dilakukan di luar kelas. Guru pun bisa membuat alat peraga sendiri. Prinsipnya, pembelajaran harus berlangsung sebaik-baiknya.

Keterlambatan distribusi buku tidak hanya terjadi di Surabaya. Tetapi, hampir di seluruh wilayah Indonesa. Di daerah-daerah distribusi buku malah memprihatinkan. ”Namun, itu bukan berarti halangan untuk melaksanakan kurikulum ini,” ungkapnya.

Meski demikian, dispendik tetap berharap buku tematik dua bisa dikirim secepatnya. Jangan sampai murid membeli lagi buku di toko seperti yang terjadi pada buku-buku tematik satu. Eko mengaku sudah bertemu penerbit untuk menuntaskan pengiriman buku.

Semester Dua, Sistem Pengadaan Berubah

Dispendik Surabaya telah mendata jumlah murid di seluruh jenjang sekolah. Data-data tersebut sudah disetor ke Kemendikbud. Selanjutnya, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) akan menerima seluruh data dari kabupaten/kota se-Indonesia. LKPP bakal kembali menangani tender buku untuk semester dua.

”Jumlah buku yang dicetak sesuai dengan data yang kami kirim. Pembayaran bukunya nanti melalui DAK (dana alokasi khusus, Red),” jelasnya. Tidak seperti semester pertama, pemesanan dan pembayaran dilakukan sekolah.

Sebagaimana diberitakan, batas waktu (deadline) pengiriman buku tematik dua seharusnya berakhir pada 31 Agustus. Senin kemarin (1/8) murid-murid SD semestinya menggunakan buku tematik dua. Namun, ternyata banyak sekolah yang belum menerima buku dari percetakan.

(JPNNkit/c19/roz)

Perkembangan Pengiriman Buku Kurikulum 2013 untuk Sekolah-Sekolah di Surabaya:

  • Seluruh SD di Surabaya negeri maupun swasta belum mendapat buku tematik dua yang mulai dipakai September ini.
  • Dispendik meminta sekolah memanfaatkan CD pembelajaran dulu. Dispendik juga mengimbau sekolah tidak perlu memfotokopi.
  • Dispendik meminta penerbit agar bulan ini distribusi buku di Surabaya juga sudah tuntas.
  • Distribusi buku tematik satu untuk SD mencapai sekitar 70 persen, sedangkan SMP-SMA sampai 80-90 persen.

Perubahan Lelang Semester Dua:

  • Pelelangan buku tetap ditangani LKPP.
  • Pemesanan buku melalui pendataan dispendik yang dikirim kepada Kemendikbud, lalu disetor kepada LKPP
  • Pembayaran buku dari DAK (dana alokasi khusus) melalui dispendik.

Sumber: Dispendik Surabaya

Post Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *